Guru Penuh Cinta: Fragmen Pengabdian dalam Bahasa Cinta dan Ketegasan di Ruang Pendidikan

Description

Judul:

Guru Penuh Cinta: Fragmen Pengabdian dalam Bahasa Cinta dan Ketegasan di Ruang Pendidikan
.

Penulis:

Ahmad Dailami, M.Pd.

Afrinaldi, M.Pd.

Hasanuddin, QH.,  S.S., M.Pd.I.

Mariyati, S.Ag.

Nuriana Yulianti, S.Pd., M.Pd.I.

Nuril Mu’jizah, S.Ag., M.A.

Shihfil Huda, S.Pd.I.

Siti Nur Maulidah, S.Pd.I.

Unik Fepriyanti, S.Pd.I., M.Pd.

Yonnedi M., S.Ag., M.Pd.

.

Editor:

Abdul Hakim El Hamidy

.

ISBN: 

…dalam proses…
.

Jumlah Halaman: 

vi + 120 halaman
.

Cover:

Soft Cover
.

Ukuran:

14,8 x 21 cm

.

Berat:

100 gr
.

Sinopsis:

Buku “Guru Penuh Cinta” berisi kisah dan refleksi berbagai guru hebat di penjuru tanah air. Buku ini tidak ditulis dari menara gading teori, melainkan dari ruang kelas, lorong madrasah, dan sudut-sudut sunyi tempat guru merenung setelah hari yang panjang. Setiap tulisan lahir dari perjumpaan nyata: dengan anak-anak yang berisik dan pendiam, yang kuat dan rapuh, yang patuh dan memberontak. Di balik semuanya, ada satu benang merah yang terus dijaga—cinta sebagai napas pendidikan.

Dari repihan pengalaman guru yang dikisahkan dan dinarasikan, saya mencoba membagi tulisan itu menjadi dua bagian: Menjadi Guru: Cinta Sebagai Panggilan Batin, dan Mendidik Manusia: Cinta dalam Praktik Pedagogi. Pada bagian pertama kita diajak melihat bahwa mengajar bukan sekadar pekerjaan. Di dalamnya ada pilihan untuk mengajar dengan cinta, menguatkan anak-anak dengan keberanian, dan menjadikan cinta sebagai sumber tenaga ketika semangat hampir padam. Bagian ini membantu kita memahami bahwa guru penuh cinta bukan guru yang selalu berhasil, tetapi guru yang terus peduli.

Pada bagian kedua pembaca dibawa ke praktik nyata pendidikan. Bagaimana melayani dengan sepenuh hati, mendidik dengan kepekaan psikologis, dan menyentuh hati anak-anak yang sering kali datang dengan cerita dan luka mereka sendiri. Buku ini juga jujur menunjukkan bahwa dalam beberapa situasi, ketegasan yang dilandasi cinta justru menjadi jalan terbaik untuk menyelamatkan masa depan.

Membaca naskah ini seperti membaca potongan hidup. Ada yang ditulis dengan bahasa sederhana, ada yang puitik, ada pula yang lugas. Namun semuanya bertemu pada satu kesadaran yang sama: mengajar bukan hanya soal ilmu, tetapi soal kehadiran dan keberanian untuk mencintai. Buku ini mengingatkan kita bahwa disiplin tidak harus keras, dan aturan tidak selalu harus berujung pada hukuman.

Buku ini tidak menawarkan resep instan menjadi guru ideal. Ia justru mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, menengok ke dalam, lalu bertanya: sudahkah kita mendidik dengan hati? Di setiap halamannya, kita diajak percaya bahwa satu sikap empati bisa mengubah arah hidup seorang anak, dan satu keputusan yang bijak dapat menyelamatkan masa depan.

 

Additional information

Dimensions 14 × 21 cm