Description
Judul:
SAATNYA PULIH: Pelan-pelanlah, sebab pulih adalah perjalanan sunyi, ditempuh dengan waktu, keikhlasan hati, dan rida Ilahi
.
Penulis:
Mahruroji
.
Editor:
Abdul Hakim El Hamidy
.
ISBN:
… dalam proses …
.
Jumlah Halaman:
x + 164 halaman
.
Cover:
Soft Cover
.
Ukuran:
14,8 x 21 cm
.
Berat:
100 gr
.
Sinopsis:
Allah tidak menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melupakan segalanya, melainkan dengan kemampuan untuk belajar dan bertumbuh. Jika melupakan adalah syarat pulih, maka para nabi adalah manusia yang paling sulit pulih. Namun nyatanya, mereka adalah manusia dengan hati paling tenang. Mereka mengingat pengkhianatan, kehilangan, penolakan, dan penderitaan—tetapi ingatan itu tidak menjauhkan mereka dari Allah, justru mendekatkan. Dari sanalah kita belajar bahwa pulih adalah soal posisi hati, bukan soal ingatan.
Pulih juga berarti memberi ruang bagi diri sendiri untuk mengenang tanpa rasa bersalah. Tidak semua kenangan harus dibuang hanya karena ia berakhir dengan luka. Ada kebaikan yang pernah hadir, ada tawa yang pernah tulus, ada doa yang pernah dipanjatkan bersama. Mengakui itu bukan berarti ingin kembali, melainkan menghargai bahwa pernah ada fase hidup yang bermakna. Jiwa yang sehat tidak memusuhi masa lalu, ia belajar berdamai dengannya.
Buku ini tidak mengajak pembaca menjadi kuat dalam semalam. Ia tidak menyuruh bangkit sambil berteriak lantang. Ia justru duduk di samping pembaca, lalu dengan suara pelan berkata, “Tenang, kamu boleh lelah dulu.” Buku ini paham betul bahwa sebagian orang tidak membutuhkan ceramah panjang, tidak butuh petuah bertubi-tubi—mereka hanya butuh ditemani agar tidak merasa sendirian di tengah kekacauan batinnya. Singkatnya, ini bukan buku yang berkata, “Kamu harus kuat.” Ini buku yang berbisik, “Kalau pun rapuh, kamu tetap dicintai.” Dan justru karena itu, buku ini layak dibaca pelan-pelan. Tidak untuk ditamatkan dengan tergesa, tetapi untuk ditemani. Seperti doa yang tidak selalu meminta jawaban cepat, tetapi memberi ruang agar hati bernapas.
